Sabtu, 28 Juli 2012

PERANGKAT PEMBELAJARAN SEJARAH SMA SK : PRINSIP DASAR ILMU SEJARAH


A.  PENGGALAN SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS

Nama Sekolah           : SMA
Kelas/Semester          : X/I
Mata pelajaran          : Sejarah
SK                               : 1. Memahami prinsip dasar ilmu sejarah
KD                              : 1.1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah
                                   

Materi
Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Penilaian
Alokasi
 Waktu
Sumber
Belajar
 Teknik
Bentuk
Instrumen
Contoh
Instrumen
1.  Pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh












2.  Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni


















3. Pengertian generalisasi, periodisasi dan kronologi

4. Kegunaan sejarah secara intrinsic dan ekstrinsik
o  Melakukan pengamatan gambar-gambar slide Power Point mengenai pengertian dan ruang lingkup ilmu sejarah secara berkelompok
o  Mendiskusikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pendapat para tokoh secara berkelompok.
o  Mendiskusikan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni secara berkelompok.






















o  Memberikan contoh  pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi



o  Melalui LKS 3 SMA, melakukan diskusi kelompok untuk memantapkan proses internalisasi dalam menemukan kegunaan sejarah secara intrinsic dan ekstrinsik.

.
Produk
1.Mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh

2. Mendeskripsikan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni

3. Mendeskripsikan  pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
4. Menjelaskan kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia

Proses
1.Menganalisis berbagai pendapat para tokoh tentang sejarah,
2. Menganalisis perbedaan  sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
3. Memberikan contoh pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
4. Memberikan contoh mengenai kegunaan sejarah


Psikomotor
1.Melakukan studi pustaka, eksplorasi internet, pengamatan gambar-gambar slide power point , diskusi kelompok dan kelas

Afektif:
Karakter
Jujur,  peduli, tanggung jawab,  bekerja sama, terbuka dan mendengarkan pendapat teman dan keselamatan kerja dalam berdiskusi tentang pengertian dan ruang lingkup sejarah


Keterampilan Sosial
Bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi dalam pembelajaran pengetian danruang lingkup sejarah


Tes



Tes


Tes


Tes


Tes




Tes


Tes


Tes




Tes






Pengamatan









Pengamat
an

Tes Tulis



Tes Tulis


Tes Tulis


Tes Tulis


Asesmen Kinerja Proses


Asesmen Kinerja Proses
Asesmen Kinerja Proses
Asesmen Kinerja Proses


Assesmen Kinerja Psikomotor




Pengamatan perilaku berkarakter







Pengamatan Keterampilan Sosial

LP-1: Produk


LP-1: Produk

LP-1: Produk

LP-1: Produk

LP-2: Proses














LP-3: Psikomotor





LP-4: Pengamatan perilaku berkarakter






LP-5: Pengamatan Keterampilan Sosial

4 x 45




















































2 x 45’


LKS 1 SMA: pengertian sejarah berdasarkan asal kata dan pendapat para tokoh+ Kunci LKS
LKS 1 SMA: sejarah sebagai peristiwa, kisal, ilmu dan seni+ Kunci LKS
LKS 1 SMA: pengertian dan contoh generalisasi, periodisasi, dan kronologi+ Kunci LKS
LKS I SMA: kegunaan  sejarah – Kunci LKS

LKS 2 MSA: analisis berbagai pendapat para tokoh tentang sejarah + kunci LKS
LKS 2 SMA:  Perbedaan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni + kunci LKS
LKS 2 SMA:  contoh generalisasi, periodisasi dan kronologi + kunci LKS
LKS 2 SMA: contoh nyata kegunaan sejarah + kunci LKS

LP 1: Produk + Kunci


LP 2: Proses + Kunci




LP 3: Psikomotor + RTK

LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter

LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial

Tabel Spesifikasi Lembar Penilaian

Silabus

Buku/Literatur:
·         Mustopo Habib dkk. 2006.  Sejarah SMA Kelas X Jilid 1.  Yudistira. Bogor






B.     RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


RPP PRINSIP DASAR ILMU SEJARAH

Sekolah                                   : SMA ….
Kelas/Semester                      : X  1
Mata Pelajaran                      : Sejarah
Waktu                                    : 4 x 45 Menit (4 kali pertemuan)

Standar Kompetensi
1. Memahami prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar
1.1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Indikator
Kognitif:
a. Produk
1.Mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh
2. Mendeskripsikan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
3. Memberikan contoh pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
4. Menjelaskan lrgunaan sejarah bagi kehidupan manusia

b. Proses
1. Menganalisis berbagai pendapat para tokoh tentang pengertian sejarah
2. Menganalisis perbedaan  sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
3. Memberikan contoh pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
4. Memberikan contoh-contoh kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia

Psikomotor
1. Melakukan studi pustaka, eksplorasi internet, pengamatan gambar-gambar slide power point , diskusi kelompok dan kelas

Afektif:
a. Karakter
Jujur,  peduli, tanggung jawab,  bekerja sama, terbuka dan mendengarkan pendapat teman dan keselamatan kerja dalam berdiskusi tentang pengertian dan ruang lingkup sejarah

b. Keterampilan Sosial
Bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi dalam pembelajaran pengetian dan ruang lingkup sejarah




A. Tujuan Pembelajaran
Kognitif
a.      Produk
1.Siswa dapat mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh sesuai dengan LP Produk 1
2. Siswa dapat mendeskripsikan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni sesuai dengan LP Produk 1
3. Siswa dapat memberikan contoh pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi sesuai dengan LP Produk 1
4. Siswa dapat menjelaskan fungsi sejarah secara intrinsik dan ekstrinsik  sesuai dengan LP Produk 1

b. Proses
1. Siswa dapat menganalisis berbagai pendapat para tokoh tentang sejarah, dan membedakan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
2. Siswa dapat menganalisis perbedaan  sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
3. Siswa dapat memberikan contoh pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
4. Siswa dapat nemberikan contoh kegunaan sejarah intrinsik dan kegunaan sejarah secara ekstrinsik

Psikomotor
1. Siswa dapat melakukan studi pustaka, eksplorasi internet, pengamatan gambar-gambar slide power point , diskusi kelompok dan kelas

Afektif:
Karakter
Siswa dapat Jujur,  peduli, tanggung jawab,  bekerja sama, terbuka dan mendengarkan pendapat teman dan keselamatan kerja dalam berdiskusi tentang pengertian dan ruang lingkup sejarah

Keterampilan Sosial
Siswa dapat bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi dalam pembelajaran pengetian dan ruang lingkup sejarah


B. Materi Pembelajaran:

1.    Pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh
 Dalam bahasa Inggris kata sejarah dikenal dengan sebutan history, yang berasal dari bahasa  Yunani, istoria, yang berarti ilmu. Dalam perkembangannya kata istoria diperuntukkan bagi  pengkajian terhadap segala sesuatu mengenai manusia secara kronologis. Dalam bahasa  Jerman kata sejarah disebut dengan geschichte, yang berarti sesuatu yang telah terjadi.
    Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti pohon. Kata pohon  
     biasanya bermakna pada hubungan keturunan atau asal usul keluarga atau silsilah dinasti.
     Apabila kita melihat gambaran silsilah raja atau dinasti gambaran itu akan seperti pohon
     terbalik.

Para ahli sejarah memberikan pengertian atau definisi yang bermacam-macam tentang sejarah, walaupun pada hakekatnya hampir sama. Beberapa pengertian sejarah dari ahli-ahli sejarah antara lain sebagai berikut:


a.       Herodotus (484-425 SM)
”sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia”. Herodotus dikenal sebagai sejarawan pertama di dunia berkebangsaan Yunani. Oleh karena itu, ia mendapat julukan The Father of History atau Bapak Ilmu Sejarah.

b.      Ibnu Khaldun (1332-1406)
Dalam bukunya berjudul Mukadimah, Ia mendefinisikan sejarah adalah ”catatan tentang  masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu".

c.       W.J.F. Poerwadarminta
Dalam bukunya berjudul Kamus Umum Bahasa Indonesia, ia mengutarakan tiga pengertian sejarah sebagai berikut :
1.      Kesusastraan lama, silsilah, asal-usul.
2.      Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
3.      Ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

d.      R. Moh. Ali
Dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah ia menegaskan kata sejarah mengandung arti sebagai berikut.
1. sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam kenyataan sekitar kita.
2. cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa-peristiwa yang merupakan realitas tersebut
3. ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas tersebut.
e.  Kuntowijoyo
     Sejarah menurut Kontowijoyo adalah menyuguhkan fakta secara diakronis,
      idiografis, unik, dan empiris.


2.  Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni

a. Sejarah sebagai peristiwa dan kisah
segala sesuatu memilikisejrahnya sendiri.  Setiap individu, keluarga, masyarakat, dan bangsa tumuh dan berkembang melalui sejarahnya sendiri-sendiri. Semua hal yang sudah terjadi pada masa lampau tidak diubah oleh kita lagi sekarang. Akan tetapi, masih dapat dikisahkan kembali sehingga setiap individu atau kelompok memiliki kisah sendiri-sendiri. Oleh karena itu, sejarah juga dapat dipahami dari dua aspek, yaitu sebagai berikut.
1. sejarah sebagai peristiwa atau realitas (I’histoir realite) karena peristiwa atau kejadian sejarah itu benar-benar ada dan terjadi. Peristiwa  itu merupakan realitas atau kenyataan sejarah yang benar-benar terjadi pada masa lampau dan idak terulang kembali.
2. sejarah sebagai kisah sejarah (L’histoir recite). Dalam pengertian ini sejarah dipandang sebagai kisah dari peristiwa-peristiwa masa lampau. Dalam bentuk kisah sejarah inilah peristiwa masa lalu dihadirkan kembali sebagai data sejarah.
Sehubungan dengan sejarah sebagai peristiwa dan kisah, Sartono Kartodirjo membagi pengertian sejarah menjadi dua, yaitu sejarah dalam arti obyektif dan sejarah dalam arti subyektif.
1. Sejarah dalam arti obyektif merupakan kejadian atau peristiwa  sejarah yang tidak dapat terulang kembali.
2. Sejarah dalam arti subyektif adalah suatu konstruksi (bangunan) yang disusun oleh penulis sebagai suatu uraian cerita (kisah). Kisah tersebut merupakan suatu kesatuan dari rangkaian fakta-fakta yang saling berkaitan.
Tidak semua peristiwa yang teklah terjadi pada masa lampau digolongkan sebagai peristiwa sejarah. Peristiwa yang dapat digolongkan sebagai peristiwa sejarah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. peristiwa tersebut unik
Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang unik, sebab setiap peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali (once) atau dalam bahasa Jerman dikenal dengan sebutan Einmaligh. Oleh karene, tidak akan pernah ada peristiwa sejarah yang berulang. Setiap peristiwa akan berbeda dengan peristiwa yang sebelumnya. Barangkali jenis peristiwanya sama, tetapi pelaku, waktu, dan tempatnya akan berbeda.
2. peristiwa tersebut besar pengaruhnya
Suatu peristiwa dianggap sebagai peristiwa bersejarah apabila peristiwa tersebut memiliki pengaruh yang besar pada masanya dan pada masa-masa berikutnya. Contohnya, peristiwa pengucapan Sumpah Pemuda, walaupun hanya berlangsung singkat, dianggap sebagai peristiwa bersejarah karena pengaruhnya yang besar terhadap persatuan dan  kesatuan bangsa Indonesia sampai sekarang. Demikian halnya dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, walaupun berlangsung singkat, sampai kini bangsa Indonesia dapat mengenyam kemerdekaannya.
b. Sejarah sebagai ilmu dan senia dan oleh siapa saja.
sebagai kisah,penyusunan cerita sejarah sebenarnya dapat dilakukan kapan saja. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita dengar cerita sejarah dari juru kunci sebuah makam keramat, petunjuk jalan (guide) turis asing, dan saksi-saksi di pengadilan. Kesemuanya  memberikan uraian logis berdasarkan akal sehat (common sense), imajinasi, keterampilan membawa cerita supaya menarik, serta pengetahuan tentang fakta yang berkaitan tentang perisr\tiwa tersebut.
Seorang yang ingin tahu tentang suatu kejadian misaknya suatu kecelakaan akan menanyakan bagaimana proses kejadian tersebut dan pada umumnya sudah cukup puas dengan jawaban yang diterimanya.
Selanjutnya, kemampuan si pengisah  bercerita dengan menggunakan gaya bahasa yang menarik, bergairah dan hidup akan memikat perhatian. Sering kali gaya bahasa akan menambah nilai sastra sehingga dapat digolongkan sebagai hasil karya sastra. Disinilah berlaku suatu ungkapan bahwa di satu pihak sebagai ilmu dan di pihak lain sebagai seni.
Perlunya teori dan metodologi dalam sejarah sebagai ilmu karena penulisan sejarah tidak semata-mata bertujuan untuk menceritakan suatu kejadian, tetapi juga bermaksud untuk menerangkan kejadian itu dengan mengkaji sebab-sebabnya, kondisi lingkungannya, dan konteks budaya-sosial. Pendek kata menerangkan komponen, baik internal maupun eksternal.
1. sejarah sebagai ilmu
Sebagai ilmu, sejarah memiliki ciri-ciri sebagai berikut/
a. empiris
empiris berasal dari kata emperia dari bahasa Yunani yang berarti pengalaman. Sejarah sangat bergantung pada pegalaman manusia. Pengalaman tersebut dan direkam dalam dokumen dan peninggalan-peninggalan sejarah lainnya. Sumber-sumber sejrarah tersebut, kemudian diteliti oleh sejarawan untuk menemukan fakta. Fakta-fakta tersebut diinterprestasikan, kemudian dilakukan penulisan sejarah.
2/ Memiliki obyek
Kata obyek berasal dari kata objectus artinya yang di hadapan,sasaran, tujuan. Setiap ilmu harus memiliki tujuan dan objek material atau sasaran yang jelas yang membedakan dengan ilmu yang lain. Sebagaimana banyak ilmu lainnya, obyek yang dipelajari oleh sejarah sebagai ilmu adalah manusia dan masyarakat. Aan tetapi, sejarah lebih menekankan sasarannya kepada manusia dalam sudut pandang waktu.
c. Memiliki Teori
dalam bahasa Yunani theoria berarti renungan. Sama seperti ilmu sosial lainnya, sejarah mempunyai teori yang berisi kumpulan kaidah-kaidah pokok suatu ilmu seperti: teori tentang nasionalisme, teori geopolitik, teori konflik sosial dari Karl Marx, dan teori Future Shock oleh Alfin Tofler.
d. Memiliki Metode
dalam bahasa Yunani methodos berarti cara. Dalam rangka penelitian, sejarah mempunyai metode tersendiri. Oleh karena itu, dalam memahami suatu realitas, sejarawan memiliki patokan-patojkan teoritas dan metodologis tersendiri. Patokan-patokan tersebut menjadi tradisi ilmiah yang senantiasa dihayati.
2. Sejarah sebagai Seni
Sejarah dikatakan sebagai seni sebab dalam rangka penulisan sejarah, seorang sejrawan memerlukan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa.
a. Intuisi
sejrawan memerlukan intuisi atau ilham, yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian berlangsung. Sering kali dalam rangka memilih suatu penjelasan sejarawan juga memerlukan intuisi. Dalam hal ini, cara kerja sejarawan sama dengan cara kerja seorang seniman. Walaupun demikian, dalam menuliskan hasil karyanya seorang sejarawan tetap berpijak pada data yang diperolehnya.
b. Imajinasi
dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjdi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi sesudah itu. Misalnya, dalam rangka menggambarkan Perang Aceh, ia harus mampu berimajinasi mengenai pantai, desa, meusanah, istana, masjid, dan bukit-bukit. Ia mungkin akan bisa memahami Teuku Umar melalui pemahaman imajinernya tentang  pantai, perlawanan Tjoet Nyak Dhien melalui hutannya dan cita-cita perang sabil lewat imajinasinya tentang desa, meunasah, dan masjid.
c. Emosi
pada masa penulsan sejarah zaman Romantik, aitu pada akhir abad ke-18 dan awl abad ke-19, sejrah dianggap sebagai cabang dari sastra. Akibatnya, dalam penulisan sejarah disamakan dengan menulis sastra. Oleh karena itu, dalam penulisan sejarah harus dengan keterlibatan emosional. Seorang yang membaca sejarah penaklukan Meksiko, jatuhnya Romawi, pelayaran orang Inggris ke Amerika, harus dibuat seolah-olah hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa itu. Dalam hal ini penulis sejarah harus punya empati yang tinggi (dalam bahasa Yunani empatheia berarti perasaan) untuk menyatukan perasaan dengan obyaknya. Sejarawan diharapkan dapat menghadirkan peristiwa sejarah, seolah-olah mengalami sendiri peristiwa itu. Untuk sejarah kebudayaan hal i ni sangatlah penting. Dalam sejarah Indonesia tentang revolusi. Perang dan pemadamab pemberontakan penulian sejarah dengan penghadiran perasaan juga sangat penting untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan.
d. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang baik, bukan berarti gaya bahasa yang berbunga-bunga. Seringkali gaya bahasa yang lugas justru lebih menarik. Gaya bahasa yang berbelit-belit dan tidak sistematis merupakan gaya bahasa yang buruk. Dalam penggunaan gaya bahasa ini haruslah diperhatikan penggunaan istilah dan idiom yang terkait dengan suatu zaman dan berbeda artinya dengan yang lainnya. Misalnya, istilah siap pada masa awal revolusi kemerdekaantahun 1945 berkonotasi kepada kewaspadaan menghadapi bahaya, baik dari musuh  maupun bentuk-bentuk kejahatan lainnya. Pada masa Orde Lama, sangat populer penggunaan istilah-istilah yang ekspresif, seperti ganyang, labrak, terjang lawan, bongkar, dan kepruk. Contoh lain pada masa Orde Baru, istilah diamankan bisa berarti ditahan, dipenjarakan, dikucilkan,dan bisa berarti dibunuh.
Sejarah sebagai seni memilki kelemahan-kelemahan sebagai berikut.
a. berkurangnya Ketepatan dan Obyektifitas
Ketepatan (accuracy) dan obyektivitas sngat diperlukan dalam penulisan sejarah. Ketepatan artinya kesesuaian antara fakta dan tulisan sejarah, sedangkan objektivitas artinya tidak ada pandangan individual dalam penulisan sejarah. Penulisan sejarah berdasarkan kepada fakta, sedangkan seni merupakan hasil imajinasi. Sejarah yang terlalu dekat dengan seni dianggap daat mengurangi ketepatan dan objektifitas.
b. Penulisan Sejarah akan terbatas
Penulisan sejarah yang tetlalu dekat dengan seni akan terbatas kepada objek-objek yang dapat dideskripsikan. Penulisan sejarah akan penuh dengan gambaran tentang perang dan biografi yang penuh dengan sanjungan, sedangkan tema-tema sejarah lain yang penting, seperti sejarah ekonomi dan sejarah kuantitatif yang menyuguhkan angka-angka dan analisis tidak akan ditulis.

3. Generalisasi, periodisasi dan kronologi

Generalisasi
Generalisasi (bahasa Latin generalis bermaksud umum) adalah pekerjaan penyimpulan dari yang khusus kepada yang umum. Generalisasi yang tersedia dapat menjadi dasar penelitian bila sifatnya sederhana, sudah dibuktikan oleh peneliti sebelumnya, dan merupakan accepted his­tory. Generalisasi itu dapat dipakai sebagai hipotesis des­kriptif, iaitu sebagai dugaan sementara. Biasanya ia ha­nya berupa generalisasi konseptual. Meskipun demikian, pemakaian generalisasi yang bagaimanapun sederhana­nya harus dibatasi supaya sejarah tetap empiris. Generali­sasi sejarah yang sebenarnya adalah hasil penelitian. Misalnya, kata "revolusi" yang merupakan penyimpulan dari data yang ada memang dapat menjadi dasar penelitian, sementara kata "revolusi pemuda" adalah kesimpulan yang didapatkan sebagai hasil penelitian. Akan tetapi, sejarah adalah ilmu yang menekankan keunikan, jadi semua penelitian tidak boleh hanya didasarkan pada asumsi umum. Generalisasi atau kesimpulan umum memang sangat perlu dalam sejarah, sebab sejarah adalah ilmu. Orang yang tak melakukan generalisasi tidak akan mampu membezakan antara "pokok dengan hutan". Juga ia tidak akan mampu membeza­kan antara hutan dengan taman. Sebab, keduanya mempunyai unsur yang sama, yaitu pokok, danau, dan gundukan tanah. Demikian pula ia tidak akan mengerti lalu-lintas. Yang dilihatnya hanyalah lampu hijau-kuning-merah, polis, kereta, dan jalan raya. Generalisasi sejarah boleh bererti spesifikasi atau bahkan anti-generalisasi bagi ilmu lain. Generalisasi bertujuan dua perkara penting, iaitu; (1) saintifikasi dan (2) simplifikasi.

Periodisasi sejarah
Periodisasi adalah pembabakan waktu yang digunakan untuk berbagai peristiwa. Periodisasi yang dibuat para ahli tentang suatu peristiwa yang sama dapat berbeda-beda bentuknya dikarenakan alasan pribadi atau subyektif. Sejarah memiliki dua dimensi yaitu dimensi spasial (ruang) dan dimensi temporal (waktu). Konsep waktu dalam sejarah meliputi waktu atau tempo (time) yaitu proses kelangsungan suatu peristiwa dan waktu merupakan kesatuan dari kelangsungan tiga dimensi yaitu masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Pengertian periodisasi sejarah berkaitan erat dengan pembagian masa lampau manusia berdasarkan urutan waktu (Periodisasi = Pembabagan waktu).
Pentingnya periodisasi dalam sejarah yaitu:
1. Memudahkan sistematika penulisan sejarah
2. Merupakan rangkuman dari suatu peristiwa menurut seorang sejarawan.
3. Memudahkan pembaca dalam memahami suatu peristiwa sejarah
4. Merupakan penghubung dari fakta-fakta sejarah

Kronologi
Kronologi adalah penentuan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah. Kronologi berdasarkan hari kejadian atau tahun terjadinya peristiwa sejarah. Kronologi sejarah sangat diperlukan karena dapat mengkaitkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya dalam bentuk kausalitas atau sebab akibat.
Manfaat kronologi adalah:
1. dapat membantu menghindarkan terjadinya kerancuan dalam pembabakan waktu sejarah.
2. dapat merekonstruksi peristiwa sejarah dimasa lalu berdasarkan urutan waktu dengan tepat.
3. dapat menghubungkan dan membandingkan kejadian sejarah di tempat lain dalam waktu yang sama.

4. Kegunaan sejarah secara intrinsik dan ekstrinsik
a)  Memberikan Kesadaran Waktu
Kesadaran waktu yang dimaksud adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan, dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu. Kesadran itu dikenal juga sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang peristiwa-peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam bermuara ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.
Waktu terus berjalan pada saat seorang atau suatu bangsa mulai menjadi tua dan digantikan oleh generasi berikutnya. Bahkan waktu terus berjalan pada saat seseorang atau suatu bangsa hanya bersenang-senang dan bermalas-malasan, atau sebaliknya, seseorang atau suatu bangsa sedang membuat karya-karya besar. Dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa berupaya mengukir sejarah kehidupannya dengan sebaik-baiknya.
b) Memberikan Pelajaran yang Baik
Dengan mempelajari sejarah seseorang atau suatu bangsa akan bercermin dan menilai perisriwa-peristiwa mana yang merupakan prestasi dan peristiwa-peristiwa mana yang merupakan kegagalan. Peristiwa-peristiwa sejarah pada masa lalu, baik yang positif maupun yang negative dijadikan hikmah agar kesalahan-kesalahan yang pernah ada tidak terulang lagi. Misalnya:Pada tahun 1949-1950 bangsa Indonesia menerapkan bentuk pemerintahan federal (RIS) sebagai hasil kesepakatan KMB. Akan tetapi, bentuk pemerintahan seperti ini gagal diterapkan di Indonesia. Demikian halnya pada tahun1950-1959, Indonesia menerapkan system pemerintahan liberal-perlementer berdasarkan UUDS 1950 juga mengalami kegagalan. Pada masa demokrasi terpimpin bangsa Indonesia tidak konsisten dengan garis politik bebas aktif dan cenderung condong ke Blok Timur. Akibatnya timbulllah tragedy peristiwa G 30 S/PKI. Setelah peristiwa tersebut, muncullah pemerintahan Orde Baru yang menggantikan peerintahan sebelumnya, namun kehidupan pada masa Orde Baru banyak diwarnai oleh KKN sehingga melahirkan gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa. Gerakan tersebut akhirnya menumbangkan pemerintahan Orde Baru. Dengan pengalaman  sejarah tersebut tentunya kita tidak ingin mengalami kegagalan yang sama.
c) Sumber Inspirasi
Sejarah berupaya merekam aktivitas manusia pada masa silam. Pengetahuan dan cita-cita masa lampau dapat menjadi sumber inspirasi dalam rangka menumbuhkan cita-cita masa depan. George Macaulay Travelyan berpendapat bahwa di dalam pendidikan dan usaha menumbuhkan cita-cita masa kini dan hari esok, pengetahuan tentang cita-cita masa lampau merupakan sumber ilham yang penting.
d) Sarana Rekreatif
Sejarah dalam bentuk kisah sering kali menjadi sumber bacaan yang mengasyikkan karena merupakan kisah nyata yang menarik dengan gaya bahasa yang memikat. Karya sejarah yang demikian dapat menghibur karena dapat menumbuhkan suasana hati yang menyenangkan. Karya-karya sejarah yang menarik ditulis dengan gaya sastra, seperti: Hulubalang Raja, Surapati, dan La Hami, karya Nur SUtan Iskandar yang diterbitkan oleh Balai Pustaka. Demikian juga pengalaman Paramita Jayadiningrat di Malang selatan di tengah gerilyawan dan pengungsi sebagai paramedis yang cukup mengharukan. Karya lain seperti surat-surat sastrawan Iwan Simatupang yang merekam keadaan masyarakat pertengahan tahun 1960-an dengan narasi bernuansa sejarah prolog peristiwa G 30 S/PKI 1965.
e)  Memperkokoh Rasa Kebangsaan(Nasionalisme)
Suatu bangsa adalah suatu kelompok sosial yang ditinjau dari berbagai segi memiliki banyak perbedaan. Terbentuknya suatu bangsa disebabkan adanya kesamaan sejarah besar di masa lampau dan adanya kesamaan keinginan untuk membuat sejarah besar bersama di masa yang akan datang. Sebagai contoh, Bangsa Indonesia sejak zaman prasejarah telah memiliki kesamaan sejarah. Kemudian memiliki zaman keemasan pada zaman Sriwijaya,. Mataram Hindu-Buddha, dan Majapahit. Setelah itu bangsa Indonesia berada pada zaman penjajahan selama ratusan tahun. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tersebut menjadi ingatan kolektif yang dapat menimbulkan rasa solidaritas dan mempertebal semangat kebangsaan.
f) Memberikan Ketegasan Identitas Nasional dan Kepribadian Suatu Bangsa.
Kepribadiandan identitas nasional suatu bangsa terbentuk dari keseluruhan pengalaman sejarah suatu bangsa tersebut. Karena setiap bangsa memiliki penglaman sejarah yang berbeda-beda maka kepribadian suatu bangsa akan berbeda-beda pula. Oleh karena itu, kepribadian seseorang atau suatu bangsa sering kali dikatakan unik atau khas. Dengan mempelajari sejarah akan lebih memperjelas identitas nasional dan kepribadian suatu bangsa. David Gordon bahwa sejarah merupakan pengalaman kolektif suatu bangsa pada masa lalu. Apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang diidealkan sebagai pahlawan menjadi sumber identitas dengan memerikan makna untuk menentukan nasib perjalanan sejarah bangsanya.


C. Model Pembelajaran:
1. Model: Pembelajaran Kooperatif (MPK)
2. Metode: diskusi dan tanya jawab

D. Langkah-langkah kegiatan

Pertemuan Pertama (1 x 45 menit)
Untuk Tujuan Pembelajaran No: a.1., b.1. dan  tujuan afektif

 Kegiatan Awal (+ 5 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Memotivasi siswa dengan menunjukkan beberapa contoh berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang termasuk bukti adanya keterkaitan antara keadaan masa sekarang dengan kejadian atau peristiwa pada masa lalu dengan menunjukkan gambar-gambar dan skema di depan kelas. Ketika guru menunjukkan fenomena tersebut, guru memulai diskusi dengan menanyakan kepada siswa “Tahukah kalian mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi?” (dinantikan opini siswa dan pertanyaan-pertanyaan pengarah sejenis lainnya. Diharapkan selama diskusi dan tanya jawab tersebut, siswa menyumbang ide/ opini atau berpendapat, sementara siswa lain mendengarkan pendapat temannya dan terbuka ketika mendengarkan pendapat  teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan cara yang kasar

Tanya jawab dan diskusi digunakan untuk mengarahkan siswa kepada tujuan pembelajaran yang meliputi kognitif, psikomotor dan afektif  (Fase 1 MPK: memotivasi siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran)





 Kegiatan Inti (+ 35 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Dengan tanya jawab dan diskusi menggunakan Media Power Point) memfasilitasi siswa dalam menemukan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata (Fase 2 MPK)




Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif yang setiap kelompoknya terdiri dari 3 – 4 siswa. Selanjutnya membagikan LKS 1 SMA kepada tiap kelompok. Ketika mendistribusikan LKS,  guru membimbing siswa untuk peduli  dengan cara membantu teman yang membutuhkan dengan menunjuk beberapa siswa untuk membantu guru membagikan LKS 1 SMA dan berkomunikasi secara santun dengan anggota kelompok yang masih kekurangan lembar LKS 1 SMA (Fase 3 MPK).




Membimbing siswa mengkaji pendapat para tokoh tentang sejarah dan meminta siswa untuk mengemukakan secara jujur apa yang mereka ketahui tentang pendapat para tokoh mengenai sejarah, kemudian meminta siswa tertentu untuk peduli dengan cara menyumbang ide dalam membantu teman yang membutuhkan (Fase 4 MPK)





Membimbing siswa menunjukkanpersamaan dan perbedaan berbagai pendapat tokoh tentang sejarah  dengan mengacu pada Kunci LKS 2 SMA. Guru perlu menekankan perlunya siswa secara jujur dengan mengatakan apa adanya ketika mereka belum memahami. Selain itu, perlu juga untuk memberikan pengalaman belajar agar yang pandai membantu teman yang membutuhkan bantuan (Fase 4 MPK)

Meminta setiap kelompok menunjukkan kreativitasnya dan berfikir logis dalam merumuskan deskreipsi pengertian sejarah . Setiap siswa didorong untuk peduli, bekerja sama dan ikut bertanggung jawab atas terselesaikannya tugas itu. (Fase 5 MPK)

Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua kelompok untuk secara bergiliran bertanggung jawab dan melakukan yang terbaik untuk mengkomunikasikan hasil kerja kelompoknya dengan mempresentasikan kinerjanya dan ditanggapi kelompok lain. Siswa yang menunjukkan toleransi terhadap perbedaan pendapat segera diberi pujian sebagai umpan balik agar karakter ini diikuti siswa lain. Siswa yang mencela ide teman secara tidak santun segera diingatkan agar tidak ditiru temannya (Fase 5 dan 6 MPK).




Kegiatan Penutup (+ 5 menit)




Membimbing siswa, merangkum tentang pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pendapat para tokoh dengan bantuan Media Slide Power Point dan Media Macro Flash.

Memberikan tugas rumah berupa laporan studi pustaka yang sudah dikerjakan berdasarkan LKS 1 SMA.

Sebagai pengayaan, siswa diminta mengerjakan kegiatan secara mandiri di luar jam pelajaran LKS 2 untuk memberikan latihan lanjutan tentang pengertian sejarah secara umum.






Keterangan bagi pengamat dalam menilai(Rubrik)
1: tidak dilakukan sama sekali (TIDAK BAIK)
2: sebagianbesar  tidak dilakukan (KURANG BAIK)
3: sebagian besar dilakukan (CUKUP BAIK)
4: dilakukanseluruhnya sesuai skenario (BAIK)



Pertemuan Kedua (1 x 45 menit)
Untuk tujuan pembelajaran a2, b.2 dan tujuan afektif

 Pembukaan (+ 15 menit)


Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Guru mengingatkan materi sebelumnya tentang pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pendapat beberapa tokoh.
Guru mereview  tugas rumah siswa (Pengayaan LKS 2 SMA) dengan meminta dua orang wakil siswa untuk mengkomunikasikan hasil terbaiknya untuk memperkuat pemahaman pengertian sejarah siswa.  Diharapkan siswa menyumbang ide atau berpendapat, sementara siswa lain mendengarkan pendapat temannya dan terbuka ketika mendengarkan pendapat teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan kasar.  Guru mengarahkan jalannya review  tugas dengan memberikan penghargaan terhadap sumbangan ide/jawaban siswa yang terbagus. Guru juga memberikan pujian terhadap siswa yang mampu mendengarkan pendapat temannya dengan baik, bersifat terbuka dan tidak mencela pendapat temannya (Fase 1 MPK).

Memotivasi siswa dengan melontarkan pertanyaan seperti “Apakah pendapat para tokoh tentang sejarah tersebut pada hakekatnya memiliki makna yang sama?” “Hal-hal apa saja yang terkandung di dalam pengertian sejarah?” Guru mengarahkan jawaban siswa dengan mengakhirinya dengan mengkomunikasikan tujuan pembelajaran proses, psikomotor, dan keterampilan sosial dan karakter (Fase 1 MPK).





 Inti (+ 35 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Melalui tanya jawab dan diskusi mengarahkan siswa untuk menemukan dan memahami konsep sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai isah (Slide 2, Macro flash 4, 5 dan 9). Hal yang sama dilakukan dalam memfasilitasi siswa dalam menemukan dan memahami konsep sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai seni.

Melalui gambar tentang sejarah sebagai peristiwa  (Media Flash 6, 7 dan 8) dan gambar-gambar tentang silsilah berrbagai keluarga  (Slide 3) memberikan bimbingan lanjutan tentang arti sejarah sebagai kisah. Hal yang sama dilakukan untuk pemahaman sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai seni  (Fase 2 MPK).

Ketika proses tanya jawab dan diskusi dalam upaya untuk menemukan konsep, guru juga memberikan pengalaman belajar untuk membentuk afektif siswa dengan menekankan perlunya siswa bersikap jujur dengan mengatakan apa adanya ketika belum memahami, dan menghimbau siswa lain untuk peduli dan terbuka terhadap jawaban siswa lain.  Selain itu guru juga selalu mendorong siswa untuk mengkomunikasikan hasil terbaiknya ketika menyumbang ide atau berpendapat, sementara siswa lain harus mendengarkan pendapat temannya dan bersikap terbuka ketika mendengarkan pendapat teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan kasar.




Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif yang setiap kelompoknya terdiri dari 2 – 3 siswa. Selanjutnya membagikan LKS 3 SMA kepada tiap kelompok. Ketika mendistribusikan LKS,  guru membimbing siswa untuk peduli dengan cara membantu teman yang membutuhkan dengan menunjuk beberapa siswa untuk membantu guru membagikan LKS 3 SMA (Fase 3 MPK).




Membimbing siswa untuk mengerjakan LKS 3 SMA dengan cara meminta siswa untuk jujur mengatakan apa  adanya bila belum dapat memahami dan mengisi LKS 3 SMA dan meminta siswa yang pandai untuk peduli dengan cara  membantu teman yang membutuhkan bantuan (Fase 4 MPK)




Meminta setiap kelompok menunjukkan kerjasama dalam mempersiapkan bahan presentasi hasil kelompoknya untuk dikomunikasikan di kelas. Setiap siswa didorong untuk peduli dan ikut bertanggung jawab dan bekerja sama atas terselesaikannya tugas itu. (Fase 4 MPK)

Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua kelompok mempresentasikan kinerjanya dan ditanggapi kelompok lain. Siswa yang menunjukkan terbuka (toleransi)  terhadap perbedaan segera diberi pujian sebagai umpan balik agar karakter ini diikuti siswa lain. Siswa yang mencela ide teman secara tidak santun segera diingatkan agar tidak ditiru temannya.

Selain itu, melalui tanya jawab dan diskusi, mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerapkan konsepsejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu, dan sejarah sebagai seni. Ketika proses diskusi, guru perlu menekankan bahwa ketika siswa mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok terbaiknya, diharapkan siswa menyumbang ide atau berpendapat, sementara siswa lain mendengarkan pendapat temannya dan terbuka ketika mendengarkan pendapat teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan kasar (Fase 5, 6 MPK)





 Penutup (+ 5 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Guru membimbing siswa untuk merangkum tentang apa yang sudah diperoleh dalam pembelajaran terkait dengan pemahaman sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu, dan sejarah sebagai seni dengan menggunakan gambar yang ada di slide dan animasi Macro Media Flash 9.

Tugas pengayaan di rumah: Membuat Presentasi dalam bentuk Power Point dengan bahan/informasi dari internet.






Keterangan bagi pengamat dalam menilai
1: tidak dilakukan sama sekali (tidak baik)
2: sebagian tidak dilakukan (kurang baik)
3: sebagian dilakukan (cukup baik)
4: dilakukan (baik)



Pertemuan Ketiga (1 x 45 menit)
Untuk Tujuan Pembelajaran No: a.3, b.3  dan tujuan afektif

 Kegiatan Awal (+ 5 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Memotivasi siswa dengan menunjukkan beberapa contoh dengan gambar-gambar berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang termasuk bukti adanya keumuman-keumuman dalam kejadian-kejadian tersebut. Guru kemudian menunjukkan gambar-gambar tentang time series, dan kemudian guru menunjukkan gambar-gambar penggalan-penggalan dari time series tersebut, dalam hal ini penggalan diletakkan pada abad dan milinium Ketika guru menunjukkan fenomena tersebut, guru memulai diskusi dengan menanyakan kepada siswa “Tahukah kalian mengapa peristiwa-peristiwa tersebut memiliki kecenderungan yang sama? (dinantikan opini siswa) “Mengapa manusia membagi-bagi waktu, ada detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya?,  Sebrapakah pentingkah urut-urutan waktu?, dan pertanyaan-pertanyaan pengarah sejenis lainnya. Diharapkan selama diskusi dan tanya jawab tersebut, siswa menyumbang ide/ opini atau berpendapat, sementara siswa lain mendengarkan pendapat temannya dan terbuka ketika mendengarkan pendapat  teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan cara yang kasar

Tanya jawab dan diskusi digunakan untuk mengarahkan siswa kepada tujuan pembelajaran yang meliputi kognitif, psikomotor dan afektif  (Fase 1 MPK: memotivasi siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran)





 Kegiatan Inti (+ 35 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Dengan tanya jawab dan diskusi menggunakan gambar-gambar (Slide 1, 2, 3 Media Power Point) memfasilitasi siswa dalam menemukan konsep generalisasi, periodisasi, dan kronologi (Fase 2 MPK)




Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif yang setiap kelompoknya terdiri dari 3 – 4 siswa. Selanjutnya membagikan LKS 1 SMA kepada tiap kelompok. Ketika mendistribusikan LKS,  guru membimbing siswa untuk peduli  dengan cara membantu teman yang membutuhkan dengan menunjuk beberapa siswa untuk membantu guru membagikan LKS 1 SMA dan berkomunikasi secara santun dengan anggota kelompok yang masih kekurangan lembar LKS 1 SMA (Fase 3 MPK).




Membimbing siswa merumuskan konsep generalisasi, periodisasi, dan kronologi dalam sejarah dalam gambar di LKS 1 SMA dengan cara meminta siswa jujur mengatakan apa  adanya bila belum dapat merumuskan konsep generalisasi, periodisasi, dan kronologi dalam sejarah , kemudian meminta siswa tertentu untuk peduli dengan cara menyumbang ide dalam membantu teman yang membutuhkan (Fase 4 MPK)





Membimbing siswa memberikan contoh generalisasi, contoh periodisasi, dan contoh kronologi dalam sejarah dengan mengacu pada Kunci LKS 2 SMA. Guru perlu menekankan perlunya siswa secara jujur dengan mengatakan apa adanya ketika mereka belum memahami. Selain itu, perlu juga untuk memberikan pengalaman belajar agar yang pandai membantu teman yang membutuhkan bantuan (Fase 4 MPK)

Meminta setiap kelompok menunjukkan kreativitasnya dan berfikir logis dalam merumuskan konsep generalisasi, periodisasi, dan kronologi. Setiap siswa didorong untuk peduli, bekerja sama dan ikut bertanggung jawab atas terselesaikannya tugas itu. (Fase 5 MPK)

Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua kelompok untuk secara bergiliran bertanggung jawab dan melakukan yang terbaik untuk mengkomunikasikan hasil kerja kelompoknya dengan mempresentasikan kinerjanya dan ditanggapi kelompok lain. Siswa yang menunjukkan toleransi terhadap perbedaan pendapat segera diberi pujian sebagai umpan balik agar karakter ini diikuti siswa lain. Siswa yang mencela ide teman secara tidak santun segera diingatkan agar tidak ditiru temannya (Fase 5 dan 6 MPK).





 Kegiatan Penutup (+ 5 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Membimbing siswa, merangkum tentang konsep generalisasi, periodisasi, dan kronologi dengan bantuan Media Slide Power Point dan Media Macro Flash.

Memberikan tugas rumah berupa laporan  studi pustaka  yang sudah dikerjakan berdasarkan LKS 1 SMA.

Sebagai pengayaan, siswa diminta mengerjakan kegiatan secara mandiri di luar jam pelajaran LKS 2 untuk memberikan latihan lanjutan tentang contoh-contoh generalisasi, periodisasi, dan kronologi.




Keterangan bagi pengamat dalam menilai(Rubrik)
1: tidak dilakukan sama sekali (TIDAK BAIK)
2: sebagianbesar  tidak dilakukan (KURANG BAIK)
3: sebagian besar dilakukan (CUKUP BAIK)
4: dilakukanseluruhnya sesuai skenario (BAIK)


Pertemuan Keempat (1 x 45 menit)
Untuk tujuan pembelajaran a.4, b.4  tujuan afektif
Pembukaan (+ 5 menit)


Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Guru mengingatkan materi sebelumnya tentang konsep generalisasi, periodisasi, dan kronologi dalam sejarah.
Guru mereview  tugas rumah siswa (Pengayaan LKS 2 SMA) dengan meminta dua orang wakil siswa untuk mengkomunikasikan hasil terbaiknya untuk memperkuat konsep  generalisasi, periodisasi, dan kronologi. Diharapkan siswa menyumbang ide atau berpendapat, sementara siswa lain mendengarkan pendapat temannya dan terbuka ketika mendengarkan pendapat teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan kasar.  Guru mengarahkan jalannya review  tugas dengan memberikan penghargaan terhadap sumbangan ide/jawaban siswa yang terbagus. Guru juga memberikan pujian terhadap siswa yang mampu mendengarkan pendapat temannya dengan baik, bersifat terbuka dan tidak mencela pendapat temannya (Fase 1 MPK).

Memotivasi siswa dengan melontarkan pertanyaan seperti “Apakah gunanya orang mempelajari sejarah?” Adakah sejarah memberi faedah bagi kehidupan manusia??” Guru mengarahkan jawaban siswa dengan mengakirinya dengan mengkomunikasikan tujuan pembelajaran proses, psikomotor, dan keterampilan sosial dan karakter (Fase 1 MPK).




  
  Inti (+ 35 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Melalui tanya jawab dan diskusi mengarahkan siswa untuk menemukan dan memahami konsep bahwa setiap ilmu pengetahuan memiliki manfaat atau kegunaan bagi kehidupan manusia. Slide 2, Macro flash 4, 5 dan 9). Hal yang sama dilakukan dalam memfasilitasi siswa dalam menemukan dan memahami kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia, dimana kegunaan ini meliputi
a)  memberikan kesadaran waktu, b) memberikan pelajaran yang baik,
c) sumber inspirasi, d) sarana rekreatif, e) memperkokoh rasa kebangsaan(nasionalisme, dan  f) memberikan ketegasan identitas nasional dan kepribadian suatu bangsa.

Ketika proses tanya jawab dan diskusi dalam upaya untuk menemukan kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia berlangsung, guru juga memberikan pengalaman belajar untuk membentuk afektif siswa dengan menekankan perlunya siswa bersikap jujur dengan mengatakan apa adanya ketika belum memahami, dan menghimbau siswa lain untuk peduli dan terbuka terhadap jawaban siswa lain.  Selain itu guru juga selalu mendorong siswa untuk mengkomunikasikan hasil terbaiknya ketika menyumbang ide atau berpendapat, sementara siswa lain harus mendengarkan pendapat temannya dan bersikap terbuka ketika mendengarkan pendapat teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan kasar.




Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif yang setiap kelompoknya terdiri dari 2 – 3 siswa. Selanjutnya membagikan LKS 3 SMA kepada tiap kelompok. Ketika mendistribusikan LKS,  guru membimbing siswa untuk peduli dengan cara membantu teman yang membutuhkan dengan menunjuk beberapa siswa untuk membantu guru membagikan LKS 3 SMA (Fase 3 MPK).




Membimbing siswa untuk mengerjakan LKS 3 SMA dengan cara meminta siswa untuk jujur mengatakan apa  adanya bila belum dapat memahami dan mengisi LKS 3 SMA dan meminta siswa yang pandai untuk peduli dengan cara  membantu teman yang membutuhkan bantuan (Fase 4 MPK)




Meminta setiap kelompok menunjukkan kerjasama dalam mempersiapkan bahan presentasi hasil kelompoknya untuk dikomunikasikan di kelas. Setiap siswa didorong untuk peduli dan ikut bertanggung jawab dan bekerja sama atas terselesaikannya tugas itu. (Fase 4 MPK)

Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua kelompok mempresentasikan kinerjanya dan ditanggapi kelompok lain. Siswa yang menunjukkan terbuka (toleransi)  terhadap perbedaan segera diberi pujian sebagai umpan balik agar karakter ini diikuti siswa lain. Siswa yang mencela ide teman secara tidak santun segera diingatkan agar tidak ditiru temannya.

Selain itu, melalui tanya jawab dan diskusi, mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia. Ketika proses diskusi, guru perlu menekankan bahwa ketika siswa mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok terbaiknya, diharapkan siswa menyumbang ide atau berpendapat, sementara siswa lain mendengarkan pendapat temannya dan terbuka ketika mendengarkan pendapat teman, serta tidak mencela pendapat teman dengan kasar (Fase 5, 6 MPK)





  Penutup (+ 5 menit)

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Guru membimbing siswa untuk merangkum tentang apa yang sudah diperoleh dalam pembelajaran terkait dengan kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia .

Tugas pengayaan di rumah: Membuat Presentasi dalam bentuk Power Point dengan bahan/informasi dari internet.




Keterangan bagi pengamat dalam menilai
1: tidak dilakukan sama sekali (tidak baik)
2: sebagian tidak dilakukan (kurang baik)
3: sebagian dilakukan (cukup baik)
4: dilakukan (baik)

Catatan: Evaluasi dilakukan pada jam tersendiri dengan menggunakan format LP1: Produk, LP 2: Proses, LP 3: Psikomotor, LP 4: Lembar pengamatan karakter, dan LP 5: Lembar pengamatan keterampilan sosial.



E. Sumber Pembelajaran
1. Buku Siswa:  M. Habib Mustopo dkk . Buku Sejarah Kelas X. Yudistira. Bogor.
2. LKS 1: Pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pendapat beberapa tokoh
3. LKS 2: Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
4. LKS 3: Generalisasi, periodisasi dan kronologi dalam sejarah
5. LKS 4: Kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia
6. Kunci LKS 1, Kunci LKS 2, Kunci LKS 3, Kunci LKS 4
6. Tabel Spesifikasi
7. LP 1: Produk, LP 2: proses, LP 3: Psikomotor, LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter; LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial
8. Kunci LP 1, Kunci LP 2, Rincian Tugas Kinerja LP 3
9. Silabus
10. Slide 1, 2 dan 3
11. Media Flash 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,8 dan 9

Daftar Pustaka
Ali, R. Moh. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: PT Lkis Pelangi Aksara
Ayatrohaedi. 1985. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: PT Pustaka Jaya
Gottschalk, Louis. 1969. Mengerti Sejarah. Terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press)
E. Tamburaka, Rustam. 1997. Pengantar Ilmu Sejarah, Sejarah Ilmu Filsafat & IPTEK. Jakarta: Rineka Cipta
Koentjaraningrat. 1980. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta
Kuntowijoyo. 2001. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta. Bentang
Rickles, M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Poesponegoro, Mawarti Joend dan Nugroho Notosusanto.1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid I. Jakarta: Balai Pustaka
Sartono, Kartodirjo. 2001. Indonesian Historiography. Yogyakarta: Kanisius
Soekmono, R, 1992. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid I. Yogyakarta: Kanisius



C.  LEMBAR KEGIATAN SISWA

    Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

LKS 1: PENGERTIAN SEJARAH BERDASARKAN ASAL USUL KATA DAN PENDAPAT PARA TOKOH


Tujuan:
1. Memahami arti kata sejarah yang berarti pohon silsilah
2. Mendiskripsikan silsilah keluarga
3. Menulis dengan baik dan benar

Alat dan Bahan
1. Kertas karton
2. Alat tulis / spidol
3. Penggaris
4. Pewarna, bisa stabile atau spidol warna
5. Komputer
6. Data-data tentang orang tua, kakek, nenek, buyut, canggah, dan seterusnya

Kegiatan
1. Persiapkan data-data tentang orang tua, kakek, nenek, buyut, canggah, dan seterusnya
2. Buat bagan silsilah seperti bagan pohon, dimana ada, cabang, ranting, tangkai, dan seterusnya di computer
3. Print bagan pohon silsilah keluarga yang sudah jadi
4. Siapkan kertas karton
5. Pada margin atas, bawah, kanan, dan kiri garis lurus 3 cm
6. Buat bagan pohon silsilah di kerta karton dengan spidol
7. Isi masing-masing lokasi batang, cabang, ranting, tangkai dan serrusnya dengan nama orang tua terus ke atas sampai seperti tersedia pada data
8. Warnai masing-masing lokasi berikut nama dengan warna yang berbeda-beda



KUNCI LKS 1: PENGERTIAN SEJARAH BERDASARKAN ASAL USUL KATA DAN PENDAPAT PARA AHLI



Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

LKS 2: SEJARAH SEBAGAI  ILMU DAN SENI

Tujuan
1. Memahami sejarah sebagai seni
2. Membedakan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni

Alat dan Bahan
1. Buku-buku literature tentang pengantar ilmu sejarah
2. Buku-buku sejarah yang merupakan saduran dari disertasi/tesis sejarah
3. Buku-buku filsafat ilmu
4. Komputer
5. Internet

Kegiatan
1. Membaca buku-buku yang telah disiapkan
2. Membuka internet untuk menambah materi
3. Mendiskusikan dalam kelompok  (7-8 siswa):
     a. Kelompok 1 sejarah sebagai ilmu
     b. Kelompok 2 sejarah sebagai seni
     c. Kelompok 3 sejarah sebagai ilmu
     d. Kelompok 4 sejarah sebagai seni
4. Masing-masing kelompok satu demi satu melaporkan hasil diskusinya di depan kelas dengan salah satu anggota kelompok sebagai pembicara mewakili kelompoknya.
5. Anggota kelompok yang tidak presentasi memperhatikan presentasi dari kelompok yang presentasi dan memberikan masukan-masukan positif.
6. Merangkum hasil diskusi oleh semua siswa dalam kelas.






Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

LKS 3: GENERALISASI, PERIODISASI, DAN KRONOLOGI DALAM SEJARAH


Tujuan
1. Memahami konsep generalisasi
2. Memahami konsep periodisasi
3. Memahami konsep kronologi

Alat dan Bahan
1. Kertas atau buku
2. Ballpoint
3. Buku pelajaran sejarah SMA Kelas X

Kegiatan
1. Masing-masing siswa menyusun periode hidup dirinya
2. Periode hidup tersebut dimulai dari lahir sampai dengan saat ini
3. Periode hidup tersebut disusun secara kronologis
4. Periode hidup tersebut mengungkapkan masa-masa menyenangkan dan
    masa-masa tidak menyenangkan
5. Periode hidup tersebut juga mencantumkan masa-masa yang dianggap 
    sebagai masa kesuksesan dan juga masa-masa yang dianggap masa
    kegagalan
6. Berdiskusi dengan temannya di kelompok kecil untuk mencari persamaan
    Persamaan dalam periode hidup yang disusun




KUNCI LKS 3: GENERALISASI, PERIODISASI, DAN KRONOLOGI DALAM SEJARAH


A.   Generalisasi          :  kecenderungan-kecenderungan umum dalam sejarah,
                        Misalnya dari peristiwa-peristiwa sejarah diketahui :
·        Pergantian penguasa di tanah Jawa, Indonesia selalu
Disertai dengan pertumpahan darah
·        Dalam peperangan pihak yang berada di atas, missal di udara atau di atas bukit selalu mengalahkan pihak yang berada di bawah atau di lembah

B.   Periodisasi  : adalah pembabahan waktu dalam sejarah, fungsinya
                       untuk mempermudah mempelajari kejadian-kejadian
                       sejarah sesuai dengan masanya. Untuk sejarah
                       Indonesia ada beberapa periode misalnya periode
                       prasejarah, zaman Hindu/Budha, Zaman Islam, Zaman
                       colonial, dan sebagainya

C.   Kronologi   : lebih sebagai penyajian peristiwa sejarah sebagai kisah,
                       disampaikan sesuai dengan urut-urutan waktu dari
                       kelampauan ke kekinian. Hal ini disamping memper-
                       mudah memahami peristiwa sejarah juga untuk dapat
                       dikonstruksi sebab musababnya terjadinya suatu
                       peristiwa sejarah. Dalam hal pengajaran sejarah
                       pendekatan time series adalah mengandung makna
                       kronologis sejarah
                       


Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________
LKS 4: KEGUNAAN SEJARAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Tujuan
1. Memahami kegunaan sejarah bagi manusia
2. Memberikan contoh-contoh kegunaan sejarah bagi manusia
3. Menjelaskan hidup manusia yang menggunakan sejarah dan yang tidak menggunakan sejarah

Alat dan Bahan
1. Kertas folio
2. Ballpoint
3. Buku-buku literature sejarah

Kegiatan
1. Masing-masing siswa membuat karangan tentang kegunaan sejarah bagi manusia, contoh kegunaan sejarah bagimanusia dan mendeskripsikan manusia yang menggunakan sejarah dengan yang tidak menggunakan sejarah
2. Mengkomunikasikan hasil karangannya kepada teman-temannya dalam kelompok kecil
3. Diantara siswa dalam satu kelompok saling member masukan
4. Membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok tentang kegunaan sejarah bagi manusia, contoh kegunaan sejarah bagimanusia dan mendeskripsikan manusia yang menggunakan sejarah dengan yang tidak menggunakan sejarah



KUNCI LKS 4: KEGUNAAN SEJARAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

·        Memberikan kesadaran waktu
·        Memberikan pelajaran yang baik
·        Memperkokoh rasa kebangsaan
·        Memberikan ketegasan identitas nasional dan kepribadian suatu bangsa
·        Sumber inspirasi
·        Sarana rekreatif
·        Membuat manusia bersikap bijak
·        Menghindarkan manusia dari kesalahan yang sama yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya

D. BAHAN AJAR PENDUKUNG RPP

1.    Pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh
 Dalam bahasa Inggris kata sejarah dikenal dengan sebutan history, yang berasal dari  bahasa  Yunani, istoria, yang berarti ilmu. Dalam perkembangannya kata istoria diperuntukkan bagi  pengkajian terhadap segala sesuatu mengenai manusia secara kronologis. Dalam bahasa  Jerman kata sejarah disebut dengan geschichte, yang berarti sesuatu yang telah terjadi.     Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti pohon. Kata pohon       biasanya bermakna pada hubungan keturunan atau asal usul keluarga atau silsilah dinasti.       Apabila kita melihat gambaran silsilah raja atau dinasti gambaran itu akan seperti pohon      terbalik.

Para ahli sejarah memberikan pengertian atau definisi yang bermacam-macam tentang sejarah, walaupun pada hakekatnya hampir sama. Beberapa pengertian sejarah dari ahli-ahli sejarah antara lain sebagai berikut:

a.       Herodotus (484-425 SM)
”sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia”. Herodotus dikenal sebagai sejarawan pertama di dunia berkebangsaan Yunani. Oleh karena itu, ia mendapat julukan The Father of History atau Bapak Ilmu Sejarah.

b.      Ibnu Khaldun (1332-1406)
Dalam bukunya berjudul Mukadimah, Ia mendefinisikan sejarah adalah ”catatan tentang  masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu".

c.       W.J.F. Poerwadarminta
Dalam bukunya berjudul Kamus Umum Bahasa Indonesia, ia mengutarakan tiga pengertian sejarah sebagai berikut :
1.      Kesusastraan lama, silsilah, asal-usul.
2.      Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
3.      Ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

d.      R. Moh. Ali
Dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah ia menegaskan kata sejarah mengandung arti sebagai berikut.
1. sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam kenyataan sekitar kita.
2. cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa-peristiwa yang merupakan realitas tersebut
3. ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas tersebut.
e.  Kuntowijoyo
     Sejarah menurut Kontowijoyo adalah menyuguhkan fakta secara diakronis,
     idiografis, unik, dan empiris.

2.  Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni

a. Sejarah sebagai peristiwa dan kisah
segala sesuatu memilikisejrahnya sendiri.  Setiap individu, keluarga, masyarakat, dan bangsa tumuh dan berkembang melalui sejarahnya sendiri-sendiri. Semua hal yang sudah terjadi pada masa lampau tidak diubah oleh kita lagi sekarang. Akan tetapi, masih dapat dikisahkan kembali sehingga setiap individu atau kelompok memiliki kisah sendiri-sendiri. Oleh karena itu, sejarah juga dapat dipahami dari dua aspek, yaitu sebagai berikut.
1. sejarah sebagai peristiwa atau realitas (I’histoir realite) karena peristiwa atau kejadian sejarah itu benar-benar ada dan terjadi. Peristiwa  itu merupakan realitas atau kenyataan sejarah yang benar-benar terjadi pada masa lampau dan idak terulang kembali.
2. sejarah sebagai kisah sejarah (L’histoir recite). Dalam pengertian ini sejarah dipandang sebagai kisah dari peristiwa-peristiwa masa lampau. Dalam bentuk kisah sejarah inilah peristiwa masa lalu dihadirkan kembali sebagai data sejarah.
Sehubungan dengan sejarah sebagai peristiwa dan kisah, Sartono Kartodirjo membagi pengertian sejarah menjadi dua, yaitu sejarah dalam arti obyektif dan sejarah dalam arti subyektif.
1. Sejarah dalam arti obyektif merupakan kejadian atau peristiwa  sejarah yang tidak dapat terulang kembali.
2. Sejarah dalam arti subyektif adalah suatu konstruksi (bangunan) yang disusun oleh penulis sebagai suatu uraian cerita (kisah). Kisah tersebut merupakan suatu kesatuan dari rangkaian fakta-fakta yang saling berkaitan.
Tidak semua peristiwa yang teklah terjadi pada masa lampau digolongkan sebagai peristiwa sejarah. Peristiwa yang dapat digolongkan sebagai peristiwa sejarah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. peristiwa tersebut unik
Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang unik, sebab setiap peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali (once) atau dalam bahasa Jerman dikenal dengan sebutan Einmaligh. Oleh karene, tidak akan pernah ada peristiwa sejarah yang berulang. Setiap peristiwa akan berbeda dengan peristiwa yang sebelumnya. Barangkali jenis peristiwanya sama, tetapi pelaku, waktu, dan tempatnya akan berbeda.
2. peristiwa tersebut besar pengaruhnya
Suatu peristiwa dianggap sebagai peristiwa bersejarah apabila peristiwa tersebut memiliki pengaruh yang besar pada masanya dan pada masa-masa berikutnya. Contohnya, peristiwa pengucapan Sumpah Pemuda, walaupun hanya berlangsung singkat, dianggap sebagai peristiwa bersejarah karena pengaruhnya yang besar terhadap persatuan dan  kesatuan bangsa Indonesia sampai sekarang. Demikian halnya dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, walaupun berlangsung singkat, sampai kini bangsa Indonesia dapat mengenyam kemerdekaannya.

b. Sejarah sebagai ilmu dan senia dan oleh siapa saja.
sebagai kisah,penyusunan cerita sejarah sebenarnya dapat dilakukan kapan saja. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita dengar cerita sejarah dari juru kunci sebuah makam keramat, petunjuk jalan (guide) turis asing, dan saksi-saksi di pengadilan. Kesemuanya  memberikan uraian logis berdasarkan akal sehat (common sense), imajinasi, keterampilan membawa cerita supaya menarik, serta pengetahuan tentang fakta yang berkaitan tentang perisr\tiwa tersebut.
Seorang yang ingin tahu tentang suatu kejadian misaknya suatu kecelakaan akan menanyakan bagaimana proses kejadian tersebut dan pada umumnya sudah cukup puas dengan jawaban yang diterimanya.
Selanjutnya, kemampuan si pengisah  bercerita dengan menggunakan gaya bahasa yang menarik, bergairah dan hidup akan memikat perhatian. Sering kali gaya bahasa akan menambah nilai sastra sehingga dapat digolongkan sebagai hasil karya sastra. Disinilah berlaku suatu ungkapan bahwa di satu pihak sebagai ilmu dan di pihak lain sebagai seni.
Perlunya teori dan metodologi dalam sejarah sebagai ilmu karena penulisan sejarah tidak semata-mata bertujuan untuk menceritakan suatu kejadian, tetapi juga bermaksud untuk menerangkan kejadian itu dengan mengkaji sebab-sebabnya, kondisi lingkungannya, dan konteks budaya-sosial. Pendek kata menerangkan komponen, baik internal maupun eksternal.
1. sejarah sebagai ilmu
Sebagai ilmu, sejarah memiliki ciri-ciri sebagai berikut/
a. empiris
empiris berasal dari kata emperia dari bahasa Yunani yang berarti pengalaman. Sejarah sangat bergantung pada pegalaman manusia. Pengalaman tersebut dan direkam dalam dokumen dan peninggalan-peninggalan sejarah lainnya. Sumber-sumber sejrarah tersebut, kemudian diteliti oleh sejarawan untuk menemukan fakta. Fakta-fakta tersebut diinterprestasikan, kemudian dilakukan penulisan sejarah.
2/ Memiliki obyek
Kata obyek berasal dari kata objectus artinya yang di hadapan,sasaran, tujuan. Setiap ilmu harus memiliki tujuan dan objek material atau sasaran yang jelas yang membedakan dengan ilmu yang lain. Sebagaimana banyak ilmu lainnya, obyek yang dipelajari oleh sejarah sebagai ilmu adalah manusia dan masyarakat. Aan tetapi, sejarah lebih menekankan sasarannya kepada manusia dalam sudut pandang waktu.
c. Memiliki Teori
dalam bahasa Yunani theoria berarti renungan. Sama seperti ilmu sosial lainnya, sejarah mempunyai teori yang berisi kumpulan kaidah-kaidah pokok suatu ilmu seperti: teori tentang nasionalisme, teori geopolitik, teori konflik sosial dari Karl Marx, dan teori Future Shock oleh Alfin Tofler.
d. Memiliki Metode
dalam bahasa Yunani methodos berarti cara. Dalam rangka penelitian, sejarah mempunyai metode tersendiri. Oleh karena itu, dalam memahami suatu realitas, sejarawan memiliki patokan-patojkan teoritas dan metodologis tersendiri. Patokan-patokan tersebut menjadi tradisi ilmiah yang senantiasa dihayati.
2. Sejarah sebagai Seni
Sejarah dikatakan sebagai seni sebab dalam rangka penulisan sejarah, seorang sejrawan memerlukan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa.
a. Intuisi
sejrawan memerlukan intuisi atau ilham, yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian berlangsung. Sering kali dalam rangka memilih suatu penjelasan sejarawan juga memerlukan intuisi. Dalam hal ini, cara kerja sejarawan sama dengan cara kerja seorang seniman. Walaupun demikian, dalam menuliskan hasil karyanya seorang sejarawan tetap berpijak pada data yang diperolehnya.
b. Imajinasi
dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjdi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi sesudah itu. Misalnya, dalam rangka menggambarkan Perang Aceh, ia harus mampu berimajinasi mengenai pantai, desa, meusanah, istana, masjid, dan bukit-bukit. Ia mungkin akan bisa memahami Teuku Umar melalui pemahaman imajinernya tentang  pantai, perlawanan Tjoet Nyak Dhien melalui hutannya dan cita-cita perang sabil lewat imajinasinya tentang desa, meunasah, dan masjid.
c. Emosi
pada masa penulsan sejarah zaman Romantik, aitu pada akhir abad ke-18 dan awl abad ke-19, sejrah dianggap sebagai cabang dari sastra. Akibatnya, dalam penulisan sejarah disamakan dengan menulis sastra. Oleh karena itu, dalam penulisan sejarah harus dengan keterlibatan emosional. Seorang yang membaca sejarah penaklukan Meksiko, jatuhnya Romawi, pelayaran orang Inggris ke Amerika, harus dibuat seolah-olah hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa itu. Dalam hal ini penulis sejarah harus punya empati yang tinggi (dalam bahasa Yunani empatheia berarti perasaan) untuk menyatukan perasaan dengan obyaknya. Sejarawan diharapkan dapat menghadirkan peristiwa sejarah, seolah-olah mengalami sendiri peristiwa itu. Untuk sejarah kebudayaan hal i ni sangatlah penting. Dalam sejarah Indonesia tentang revolusi. Perang dan pemadamab pemberontakan penulian sejarah dengan penghadiran perasaan juga sangat penting untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan.
d. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang baik, bukan berarti gaya bahasa yang berbunga-bunga. Seringkali gaya bahasa yang lugas justru lebih menarik. Gaya bahasa yang berbelit-belit dan tidak sistematis merupakan gaya bahasa yang buruk. Dalam penggunaan gaya bahasa ini haruslah diperhatikan penggunaan istilah dan idiom yang terkait dengan suatu zaman dan berbeda artinya dengan yang lainnya. Misalnya, istilah siap pada masa awal revolusi kemerdekaantahun 1945 berkonotasi kepada kewaspadaan menghadapi bahaya, baik dari musuh  maupun bentuk-bentuk kejahatan lainnya. Pada masa Orde Lama, sangat populer penggunaan istilah-istilah yang ekspresif, seperti ganyang, labrak, terjang lawan, bongkar, dan kepruk. Contoh lain pada masa Orde Baru, istilah diamankan bisa berarti ditahan, dipenjarakan, dikucilkan,dan bisa berarti dibunuh.
Sejarah sebagai seni memilki kelemahan-kelemahan sebagai berikut.
a. berkurangnya Ketepatan dan Obyektifitas
Ketepatan (accuracy) dan obyektivitas sngat diperlukan dalam penulisan sejarah. Ketepatan artinya kesesuaian antara fakta dan tulisan sejarah, sedangkan objektivitas artinya tidak ada pandangan individual dalam penulisan sejarah. Penulisan sejarah berdasarkan kepada fakta, sedangkan seni merupakan hasil imajinasi. Sejarah yang terlalu dekat dengan seni dianggap daat mengurangi ketepatan dan objektifitas.
b. Penulisan Sejarah akan terbatas
Penulisan sejarah yang tetlalu dekat dengan seni akan terbatas kepada objek-objek yang dapat dideskripsikan. Penulisan sejarah akan penuh dengan gambaran tentang perang dan biografi yang penuh dengan sanjungan, sedangkan tema-tema sejarah lain yang penting, seperti sejarah ekonomi dan sejarah kuantitatif yang menyuguhkan angka-angka dan analisis tidak akan ditulis.

3. Generalisasi, periodisasi dan kronologi
    Generalisasi
    Generalisasi (bahasa Latin generalis bermaksud umum) adalah pekerjaan penyimpulan    dari yang khusus kepada yang umum. Generalisasi yang tersedia dapat menjadi dasar penelitian bila sifatnya sederhana, sudah dibuktikan oleh peneliti sebelumnya, dan merupakan accepted his­tory. Generalisasi itu dapat dipakai sebagai hipotesis des­kriptif, yaitu sebagai dugaan sementara. Biasanya ia ha­nya berupa generalisasi konseptual. Meskipun demikian, pemakaian generalisasi yang bagaimanapun sederhana­nya harus dibatasi supaya sejarah tetap empiris. Generali­sasi sejarah yang sebenarnya adalah hasil penelitian. Misalnya, kata "revolusi" yang merupakan penyimpulan dari data yang ada memang dapat menjadi dasar penelitian, sementara kata "revolusi pemuda" adalah kesimpulan yang didapatkan sebagai hasil penelitian. Akan tetapi, sejarah adalah ilmu yang menekankan keunikan, jadi semua penelitian tidak boleh hanya didasarkan pada asumsi umum. Generalisasi atau kesimpulan umum memang sangat perlu dalam sejarah, sebab sejarah adalah ilmu. Orang yang tak melakukan generalisasi tidak akan mampu membezakan antara "pokok dengan hutan". Juga ia tidak akan mampu membeza­kan antara hutan dengan taman. Sebab, keduanya mempunyai unsur yang sama, yaitu pokok, danau, dan gundukan tanah. Demikian pula ia tidak akan mengerti lalu-lintas. Yang dilihatnya hanyalah lampu hijau-kuning-merah, polis, kereta, dan jalan raya. Generalisasi sejarah boleh bererti spesifikasi atau bahkan anti-generalisasi bagi ilmu lain. Generalisasi bertujuan dua perkara penting, iaitu; (1) saintifikasi dan (2) simplifikasi.
Periodisasi sejarah
Periodisasi adalah pembabakan waktu yang digunakan untuk berbagai peristiwa. Periodisasi yang dibuat para ahli tentang suatu peristiwa yang sama dapat berbeda-beda bentuknya dikarenakan alasan pribadi atau subyektif. Sejarah memiliki dua dimensi yaitu dimensi spasial (ruang) dan dimensi temporal (waktu). Konsep waktu dalam sejarah meliputi waktu atau tempo (time) yaitu proses kelangsungan suatu peristiwa dan waktu merupakan kesatuan dari kelangsungan tiga dimensi yaitu masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Pengertian periodisasi sejarah berkaitan erat dengan pembagian masa lampau manusia berdasarkan urutan waktu (Periodisasi = Pembabagan waktu).
Pentingnya periodisasi dalam sejarah yaitu:
1. Memudahkan sistematika penulisan sejarah
2. Merupakan rangkuman dari suatu peristiwa menurut seorang sejarawan.
3. Memudahkan pembaca dalam memahami suatu peristiwa sejarah
4. Merupakan penghubung dari fakta-fakta sejarah

Kronologi
Kronologi adalah penentuan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah. Kronologi berdasarkan hari kejadian atau tahun terjadinya peristiwa sejarah. Kronologi sejarah sangat diperlukan karena dapat mengkaitkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya dalam bentuk kausalitas atau sebab akibat.
Manfaat kronologi adalah:
1. dapat membantu menghindarkan terjadinya kerancuan dalam pembabakan waktu sejarah.
2. dapat merekonstruksi peristiwa sejarah dimasa lalu berdasarkan urutan waktu dengan tepat.
3. dapat menghubungkan dan membandingkan kejadian sejarah di tempat lain dalam waktu yang sama.


4. Kegunaan sejarah secara intrinsik dan ekstrinsik
a)  Memberikan Kesadaran Waktu
Kesadaran waktu yang dimaksud adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan, dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu. Kesadran itu dikenal juga sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang peristiwa-peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam bermuara ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.
Waktu terus berjalan pada saat seorang atau suatu bangsa mulai menjadi tua dan digantikan oleh generasi berikutnya. Bahkan waktu terus berjalan pada saat seseorang atau suatu bangsa hanya bersenang-senang dan bermalas-malasan, atau sebaliknya, seseorang atau suatu bangsa sedang membuat karya-karya besar. Dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa berupaya mengukir sejarah kehidupannya dengan sebaik-baiknya.
b) Memberikan Pelajaran yang Baik
Dengan mempelajari sejarah seseorang atau suatu bangsa akan bercermin dan menilai perisriwa-peristiwa mana yang merupakan prestasi dan peristiwa-peristiwa mana yang merupakan kegagalan. Peristiwa-peristiwa sejarah pada masa lalu, baik yang positif maupun yang negative dijadikan hikmah agar kesalahan-kesalahan yang pernah ada tidak terulang lagi. Misalnya:Pada tahun 1949-1950 bangsa Indonesia menerapkan bentuk pemerintahan federal (RIS) sebagai hasil kesepakatan KMB. Akan tetapi, bentuk pemerintahan seperti ini gagal diterapkan di Indonesia. Demikian halnya pada tahun1950-1959, Indonesia menerapkan system pemerintahan liberal-perlementer berdasarkan UUDS 1950 juga mengalami kegagalan. Pada masa demokrasi terpimpin bangsa Indonesia tidak konsisten dengan garis politik bebas aktif dan cenderung condong ke Blok Timur. Akibatnya timbulllah tragedy peristiwa G 30 S/PKI. Setelah peristiwa tersebut, muncullah pemerintahan Orde Baru yang menggantikan peerintahan sebelumnya, namun kehidupan pada masa Orde Baru banyak diwarnai oleh KKN sehingga melahirkan gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa. Gerakan tersebut akhirnya menumbangkan pemerintahan Orde Baru. Dengan pengalaman  sejarah tersebut tentunya kita tidak ingin mengalami kegagalan yang sama.
c) Sumber Inspirasi
Sejarah berupaya merekam aktivitas manusia pada masa silam. Pengetahuan dan cita-cita masa lampau dapat menjadi sumber inspirasi dalam rangka menumbuhkan cita-cita masa depan. George Macaulay Travelyan berpendapat bahwa di dalam pendidikan dan usaha menumbuhkan cita-cita masa kini dan hari esok, pengetahuan tentang cita-cita masa lampau merupakan sumber ilham yang penting.
d) Sarana Rekreatif
Sejarah dalam bentuk kisah sering kali menjadi sumber bacaan yang mengasyikkan karena merupakan kisah nyata yang menarik dengan gaya bahasa yang memikat. Karya sejarah yang demikian dapat menghibur karena dapat menumbuhkan suasana hati yang menyenangkan. Karya-karya sejarah yang menarik ditulis dengan gaya sastra, seperti: Hulubalang Raja, Surapati, dan La Hami, karya Nur SUtan Iskandar yang diterbitkan oleh Balai Pustaka. Demikian juga pengalaman Paramita Jayadiningrat di Malang selatan di tengah gerilyawan dan pengungsi sebagai paramedis yang cukup mengharukan. Karya lain seperti surat-surat sastrawan Iwan Simatupang yang merekam keadaan masyarakat pertengahan tahun 1960-an dengan narasi bernuansa sejarah prolog peristiwa G 30 S/PKI 1965.
e)  Memperkokoh Rasa Kebangsaan(Nasionalisme)
Suatu bangsa adalah suatu kelompok sosial yang ditinjau dari berbagai segi memiliki banyak perbedaan. Terbentuknya suatu bangsa disebabkan adanya kesamaan sejarah besar di masa lampau dan adanya kesamaan keinginan untuk membuat sejarah besar bersama di masa yang akan datang. Sebagai contoh, Bangsa Indonesia sejak zaman prasejarah telah memiliki kesamaan sejarah. Kemudian memiliki zaman keemasan pada zaman Sriwijaya,. Mataram Hindu-Buddha, dan Majapahit. Setelah itu bangsa Indonesia berada pada zaman penjajahan selama ratusan tahun. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tersebut menjadi ingatan kolektif yang dapat menimbulkan rasa solidaritas dan mempertebal semangat kebangsaan.
f) Memberikan Ketegasan Identitas Nasional dan Kepribadian Suatu Bangsa.
Kepribadiandan identitas nasional suatu bangsa terbentuk dari keseluruhan pengalaman sejarah suatu bangsa tersebut. Karena setiap bangsa memiliki penglaman sejarah yang berbeda-beda maka kepribadian suatu bangsa akan berbeda-beda pula. Oleh karena itu, kepribadian seseorang atau suatu bangsa sering kali dikatakan unik atau khas. Dengan mempelajari sejarah akan lebih memperjelas identitas nasional dan kepribadian suatu bangsa. David Gordon bahwa sejarah merupakan pengalaman kolektif suatu bangsa pada masa lalu. Apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang diidealkan sebagai pahlawan menjadi sumber identitas dengan memerikan makna untuk menentukan nasib perjalanan sejarah bangsanya.


E. MEDIA PEMBELAJARAN PENDUKUNG RPP

video




F. PERANGKAT PENILAIAN PENDUKUNG RPP

KISI KISI SOAL TES
Mata Pelajaran            :  Sejarah 
Kelas/ Program           :   X
Semester                     :  1 (satu)
Jumlah Soal                 :  20 + 10
Waktu                         :  2 X 45 menit

No.
Standar Kompetensi Lulusan
Uraian Materi
Kelas/ Semester
IndikatorSoal
Nomor Soal
PilihanGanda (PG)/ Uraian


Memahami prinsip dasar ilmu sejarah
Pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh









Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni









Pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi
















Penelitian sejarah
















Kkegunaan sejarah bagi kehidupan manusia



X / 1
Siswa dapat mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata

Siswa dapat mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal  pandangan para  tokoh

Siswa dapat menganalisi sperbedaan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni


Siswa dapat mendeskripsikan sejarah  sebagai peristiwa


Siswa dapat mendeskripsikan sejarah  sebagai  kisah

Siswa dapat mendeskripsikan sejarah  sebagai ilmu



Siswa dapat mendeskripsikan  pengertian generalisasi (data)

Siswa dapat mendeskripsikan  pengertian periodisasi,

Siswa dapat mendeskripsikan  pengertian  kronologi


Siswa dapat memberikan contoh  generalisasi, fakta-fakta sejarah

Siswa dapat memberikan contoh  periodisasi

Siswa dapat memberikan contoh  kronologi


Sifat dapat menyebutkan langkah-langkah penelitian sejarah

Siswa dapat mendeskripsikan heuristik


Siswa dapat mendeskripsikan  kritik sumber / verifikasi

Siswa dapat mendeskripsikan interpretasi

Siswa dapat mendeskripsikan historiografi


Siswa dapat  menjelaskan kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia



Siswa dapat memberikan contoh mengenai kegunaan sejarah


B.2


B.1,3


A.18


A.1, B.4, 5
A.2

A3


A.19

B.6, 7

A.20

A.16

A.4

A.5

a.11, B.6
A.6, 12, 17

A.13

A.15

A.7, 14, B.8
A.8, 10, B.10


A.9







SOAL TES
A.    Tes Pilihan Ganda
Perintah
Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d atau e di depanjawaban yang tepat!

1.      Agresimiliter Belanda I merupakan fakta dank enyataan yang benar-benar terjadi pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Pernyataan di atasadalahpengertian ……
a.       Sejarah sebagai seni
b.      Sejarah sebagai peristiwa
c.       Sejarah sebaga ikisah
d.      Sejarah sebagai ilmu
e.       Sejarah sebagai peristiwa dan seni

2.      Pengertian sejarah sebagai kisah adalah …..
a.       Menunjukkan peristiwa yang benar-bena terjadi pada masa lampau
b.      Pengetahuan tentang masa lampau yang disusun secara sistematis dan metodis
c.       Hasil penelitian yang tekun oleh para hli yang telah mendapatkan pendidikan khusus
d.      Penelitian dilakukan para ahli yang menguasai peristiwa atau kisah tertentu
e.       Pengetahuan tentang masa lampau

3.      Pengetahuan tentang mas alampau yang disusun secara sistematisd anmetodis untuk mendapat kebenaran mengenai peristiwa masa ampau.
Pernyataan di atas merupakan pengertians ejarahs ebagai….
a.       Kisah
b.      Peristiwa
c.       Seni
d.      Ilmu
e.       Dongeng

4.      Masa Majapahit …
Masa Kerajaan Islam …
Masa  Aceh-Mataram-Makassar … dan seterusnya.
Pernyataan di atas yang paling tepat disebut….
a.       Periodisasi
b.      Kronik
c.       Kronologis
d.      Sistematis
e.       Historigrafis
5.      Masa… 1300 – 1600 M
Masa… 1500 – 1700 M danseterusnya.
Pernyataan di atas disebut….
a.       Kronologi
b.      Periodisasi
c.       Sistematika
d.      Kronik
e.       Kurunwaktu


6.      Fakta-fakta  yang secara kronologis akan memberikan bahan-bahan kepada peneliti sejarah setelah diberi penafsiran disebut….
a.       Kronologi
b.      Fakta
c.       Kronik
d.      Data sejarah
e.       Bukti sejarah

7.      Proses akhir dari penelitian sejarah adalah historigrafi, yaitu….
a.       Penafsiran hasil penelitian sejarah
b.      Pemberian penafsiran terhadap fakta-fakta sejarah
c.       Proses persiapan akhir penelitian sejarah
d.      Proses penulisan sejarah
e.       Proses awal penulisan sejarah

8.      Manusia harus belajar dari pengalaman  yang pernah dilakukan, baik pengalaman sendiri maupun dari generasi sebelumnya. Pengertian di atas yang paling tepat adalah manfaat sejarah dari segi….
a.       Edukatif
b.      Rekreatif
c.       Inspiratif
d.      Pedagogi
e.       Konspiratif

9.      Pernyataan di bawah ini yang paling tepat sebagai contoh kegunaan inspiratif adalah….
a.       Membangkitkan semangat peperangan melawan penjajah
b.      Belajar dari kebangkitan nasional tahap pertama maka masyarakat sekarang berusaha untuk melaksanakan kebangkitan nasional tahap kedua
c.       Pemimpin perjuangan tahun 1945 memotivasi masyarakat Indonesia pada saat itu untuk mempertahankan kemerdekaan
d.      Memberi dorongan kepada masyarakat untuk mengejar ketertinggalan teknologi
e.       Mendukung pembangunan ekonomi yang sedang dilakukan oleh pemerintah Indonesia

10.  Kegunaan sejarah bagi para pembaca salah satunya adalah kegunaan rekreatif, yaitu….
a.       Sebagai kisah yang dapat member contoh kepada anak cucu tentang perilaku yang baik
b.      Cerita sejarah yang dapat memberikan hiburan kepada para pembacanya
c.       Kisah sejarah dapat mendorong pembacanya menjadi lebih kreatif
d.      Sebagai kisah yang harus diingat setiap orang
e.       Sebagai kisah yang dapat membuat pembaca terhindar dari kebosanan

11.  Tahap penelitian sejarah secara ilmiah dan berurutan melalui langkah-langkah….
a.       Heuristic, interpretasi, verifikasi, dan historigrafi
b.      Interpretasi, histrorigrafi, verifikasi, dan heuristic
c.       Heuristic, hisotrigrafi, verifikasi, dan interpretasi
d.      Verifikasi, historigrafi, interpretasi, dan heuristic
e.       Heuristic, verifikasi, interpretasi, danhistroigrafi

12.  Heuristik berasal dari bahasaYunani Kuno, pengertiannya adalah….
a.       Langkah untuk menemukan data berkaitan dengan masalah yang diteliti
b.      Penilaian terhadap sumber data yang sedang diteliti
c.       Langkah untuk mengumpulkan berbagai sumber data berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti
d.      Langkah untuk melakukan wawancara dengan sumber data berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti
e.       Langkah untuk melakukan analisis terhadap berbagai sumber data berkaitan dengan masalah yang sedang

13.  Menilai sumber-sumber sejarah yang telah ditemukan, baik secara ekstren maupun intern disebut….
a.       Heuristic
b.      Verifikasi
c.       Interpretasi
d.      Historigrafi
e.       Etnografi

14.  Supaya fakta sejarah mempunyai bentuk dan struktur maka yang diperlukan oleh seorang peneliti sejarah adalah….
a.       Menemukan fakta yang lebih banyak
b.      Menafsirkan fakta sejarah
c.       Menuliskan fakta tersebut menjadi tulisa nsejarah yang sistematis
d.      Melakukan kritik terhadap fakta tersebut
e.       Merubah fakta sejarah menjadi cerita sejarah

15.  Seorang sejarawan perlu  menghubung-hubungkan antara satu data dengan data yang lain agar memiliki makna.
Pernyataan di atas yang paling tepat adalah tahapan penelitian sejarah
a.       Historigrafi
b.      Interpretasi
c.       Heuristic
d.      Verifikasi
e.       Intensifikasi

16.  Segala warisan kebudayaan berbentuk lisan, tertulis, dan visual yang  terdapat di Indonesia di dalam atau di luar wilayah Indonesia dari zaman prasejarah sampai sekarang disebut….
a.       Fakta sejarah
b.      Sumber sejarah
c.       Cerita sejarah
d.      Ilmu sejarah
e.       Pengertian sejarah

17.  Yang dimaksud dengan sumber benda adalah….
a.       Segala keterangan  yang  dapat diperoleh dari benda-benda purbakala
b.      Sumber sejarah yang berasal dari segala benda yang ditemukan
c.       Semua keterangan yang diperoleh dari benda-benda sejarah baik tertulis maupun tidak tertulis
d.      Sumber sejarah yang berbentuk laporan tertulis
e.       Sumber sejarah yang  berbentuk benda

18.  Seorang sejarawan dalam menulis laporan penelitian sejarah juga perlu memperhatikan retorika. Hal ini karena sejarah juga sebagai
a.       Sejarah sebagai seni
b.      Sejarah sebagai ilmu
c.       Sejarah sebagai kisah
d.      Sejarah sebagai peristiwa
e.       Sejarah bagian dari ilmu sastra

19.  Sejarawan Ong Hol Ham pernah mengatakan bahwa berdasarkan peristiwa-peristiwa masa lampau di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa pergantian penguasa di Indonesia selalu diwarnai dengan pertumpahan darah. Ini artinya …… dalam sejarah
a.       Teori
b.      Generalisasi
c.       Konsep
d.      Fakta sejarah
e.       Kebenaran sejarah

20.  Pembelajaran sejarah sebaiknya dilakukan dengan pendekatan time series. Hal ini karena sejarah bersifat
a.       Kronologis
b.      Periodig
c.       Eenmaligt
d.      Mempunyai 3 dimensi waktu
e.       Konseptual


B. Tes Essay
Perintah
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1.    1.   Menurut R. Moh. Ali bahwa arti sejarah di bagi tiga golongan, sebutkan!
2.   2. Jelaskan pengertian sejarah menurut asal usul kata!
3.     Apa pendapat ilmuwan tentang sejarah menurut York Powell?
4.      Apa maksud daris uatu peristiwa sejarah dianggap peristiwa yang abadi?
5.      Apa maksud dari suatu peristiwa sejarah dianggap peristiwa yang unik?
6.      Sebutkan pendapat tentang konsep periodisasi dalam sejarah menurut Porf. Dr. Soekanto!
7.      Sebutkan periodisasi sejarah Indonesia!
8.      Jelaskan langkah-langkah penelitian sejarah!
9.      Jelaskan dua macam cara penulisan sejarah?
10.  Sebutkan secara garis besar kegunaant sejarah?





PEDOMAN PENILAIAN
1.      Untuk soal pilihan ganda, jawaban benar diberi skor 5 dan jawaban salah diberi skor 0. Jumlah skor tertinggi 100 dan jumlah skor terendah 0
2.      Untuk soal essay jawaban benar lengkap dan benar diberi skor 10, jawaban tidak lengkap dan mengandung kebenaran diberi skor 3, jawaban salah diberi skor 1. Jumlah skor tertinggi 100, jumlah skor terendah 10
3.      Skor akhir adalah jumlah skor nomor 1 ditambah jumlah skor nomor 2, dibagi 2.

KUNCI JAWABAN
A, Soal Pilihan Ganda
1.      B
2.      B
3.      D
4.      A
5.      A
6.      D
7.      D
8.      A
9.      B
10.  C
11.  E
12.  C
13.  B
14.  C
15.  B
16.  A
17.  C
18.  A
19.  B
20.  A

B.     Soal Essay
1.      a) Jumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dalam kenyataan di  sekitar kita, b) cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa masa lampau, c) ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa masa lampau
2.      Sejarah berasal dari kata syajaroh atau syajaratun yang berarti pohon yang memiliki ranting. Pohon yang memiliki ranting dimaksudkan sebagai silsilah keturunan atau keluarga. Jadi sejarah merupakan cerita tentang silsilah atau asal usul.
3.      Sejarah bukanlah sekedar suatu cerita yang indah, instruktif dan mengasyikkan tetapi merupakan cabang ilmu pengetahuan
4.      Karena peristiwa sejarah tidak pernah berubah dan dikenang sepanjang masa
5.      Karena peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali
6.      Periodisasi hendaknya berdasarkan ketatanegaraan, artinya bersifat politis
7.      Zaman prehistori, zaman Hindu/Budha, Zaman Islam (peralihan), Zaman Kolonial, dan Zaman Kemerdekaan
8.      Heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi, dan historiografi
9.      Dua macam penulisan sejarah adalah deskriptif procedural dan analisis struktural
10.  Memberikan pelajaran yang baik (pendidikan), sarana rekreatif, memberikan pengajaran / instruktif, guna inspirasi, memberikan kesadaran waktu, memperkokoh rasa kebangsaan, dan lain-lain



G. INSTRUMEN PENGAMATAN

 1. Lembar Pengamatan Guru

LEMBAR PENGAMATAN GURU

Satuan Pendidikan      :  SMA
Mata Pelajaran            :  Sejarah
Kelas/Semester            :  XI/1
Alokasi Waktu            : 45 menit
Standar Kompetensi   :
Kompetensi Dasar       :

Petunjuk
Berikut ini diberikan daftar aspek keterlaksanaan RPP dalam KBM yang
dilakukan guru di dalam kelas.
Berilah tanda cek (v) pada kolom yang sesuai menurut penilaian anda
Aspek Yang Diobservasi

Pelaksanaan
SkalaPenilaian
Ya
Tidak
1
2
3
4
I. Pengamatan KBM







A. Pendahuluan
·         Guru mengekpslorasi pengetahuan
Awal siswa.
·         Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
·         Guru memberikan tes metakognitif
awal
·         Guru meminta siswa untuk menulis
analisis kritis dari film yang telah
dilihat secara berkelompok.







B. KegiatanInti
·         Guru meminta siswa untuk
berkelompok dengan masing-masing
kelompok beranggotakan 4 hingga 5
orang
·         Guru memberikan tugas pada siswa
untuk menyaksikan materi yang akan
dipelajari melalui media audio visual.
·         Guru meminta tiap kelompok
mempresentasikan hasil analisis
kritisnya dan siswa lain menanggapi.
·         Guru bersama siswa membuat
kesimpulanmengenaimateri yang
telahdipelajari.

·         Guru meminta siswa membuat mind
mapping sesuai dengan materi yang
telah dipelajarinya







C. Penutup
·         Guru memberikan tes metakognitif
akhir.
·         Guru memberikan tes hasil belajar
afektif.
·         Guru meminta setiap siswa untuk membuat
Silsisah keluarganya sampai turunan ke 7
.






II. SuasanaKelas







1. Guru antusias
2. Waktusesuaialokasi
3. KBM sesuaidenganskenario
    pada RPP








Keterangan Skala Penilaian :
1 = Tidak baik (tidak terlaksana sama sekali)
2 = Kurang baik (dilaksanakan tetap itidak selesai)
3 = Cukup baik (dilaksanakan tetapi tidak sistematik)
4 = Baik (dilaksanakan dengan baik dan sistematis)




2.        Lembar Pengamatan Peserta Didik

LEMBAR PENGAMATAN PESERTA DIDIK

Satuan Pendidikan      :  SMA
Mata Pelajaran            :  Sejarah
Kelas/Semester            :  XI / 1
Alokasi Waktu            :  45 menit
Standar Kompetensi   :
Kompetensi Dasar       :

Petunjuk
Berikut ini diberikan daftar aspek keterlaksanaan RPP dalam KBM yang
dilakukan siswa di dalam kelas.
Berilah tanda cek (v) pada kolom yang sesuai menurut penilaian anda
Aspek Yang Diobservasi

Pelaksanaan
SkalaPenilaian
Ya
Tidak
1
2
3
4
I. Pengamatan KBM







A.    Pendahuluan
·         Peserta didik aktif menjawab pertanyaan guru
·         Peserta didik antusias mendengarkan penjelasan guru
·         Peserta didik dengan sungguh-sungguh menjawab tes meta kognitif awal yang diberikan oleh guru
·         Peserta didik aktif mencatat keterangan dan penjelasan yang diberikan oleh guru








B.     Kegiatan Inti
·         Peserta didik dengan baik dan tenang bergabung di kelompoknya masing-masing yang telah ditentutkan
·         Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru hingga selesai dan sistematis serta benar
·         Pesertadidik yang bertugas melakukan presentasi melaksanakan presentasi dengan baik dan benar
·         Pesertadidik yang tidak melakukan presentasi mendengarkan dengan sungguh-sungguh presentasi temannya
·         Peserta didik bersama dengan guru dapat membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari
·         Peserta didik dapat membuat mind mapping yang ditugaskan guru dengan sungguh-sungguh






C. Penutup
·         Peserta didik mengerjakan dengan punuh kesungguhan tes kognitif akhir
·         Peserta didik mengerjakan tes hasil belajar afektif dengan benar
·         Peserta didik mendengarkan dengan sungguh-sungguh pesan-pesan dari guru







II. SuasanaKelas







1.      Peserta didik belajar di kelas dengan penuh semangat dan antusias
2.      Peserta didik dapat bekerjasama dengan temannya
3.      Peserta didik bias menghargai pendapat temannya yang berbeda dengan pendapatnya
4.      Peserta didik mempunyai rasa peduli
5.      Peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik







KeteranganSkalaPenilaian :
1 = Tidak baik (tidak terlaksana sama sekali)
2 = Kurangbaik (dilaksanakan tetapi tidak selesai)
3 = Cukup baik (dilaksanakan tetapi tidak sistematik)
4 = Baik (dilaksanakan dengan baik dan sistematis)